BSI Pastikan Layanan Kantor Cabang-ATM Tetap Normal Usai Gempa Sulawesi Utara

Kompas.com, 3 April 2026, 09:18 WIB
Add on Google
Isna Rifka Sri Rahayu,
Aprillia Ika

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk atau BSI memastikan operasional layanan tetap berjalan setelah gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,3 mengguncang Bitung, Sulawesi Utara pada Kamis (2/4/2026).

Wakil Direktur Utama BS Bob Tyasika Ananta mengatakan, sebagian besar kantor cabang dan layanan perbankan BSI di wilayah terdampak dalam kondisi normal.

Hanya satu kantor cabang BSI yang mengalami kendala, yaitu Kantor Cabang Pembantu (KCP) Bulukumba Sam Ratulangi di Sulawesi Selatan sehingga operasional layanannya dialihkan ke cabang lain.

"Alhamdulillah sejak tadi pagi saya mantau, semua cabang-cabang itu memang semuanya on. Cuma satu cabang yang genset-nya itu tidak jalan, tapi kemudian tetap dialihkan ke cabang yang lainnya," ujarnya saat ditemui di Menara Radius Prawiro, Jakarta, Kamis (2/4/2026).

Baca juga: BSI Salurkan Zakat Perusahaan dan Pegawai Rp 289 Miliar ke Baznas

Selain itu, Bob mengungkapkan, sebanyak dua mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) terdampak gempa. Satu mesin ATM mengalami eror pada bagian mesin dispenser dan satu mesin mengalami masalah pada card reader.

Sementara sebagian besar mesin ATM BSI di wilayah bencana masih beroperasi normal dan bisa melayani transaksi keuangan nasabah.

"Jadi mungkin 39 mesin masih normal. Cuma 2 yang terdampak, kalau yang 2 lagi memang karena offline saja," kata Bob.

Dia juga memastkan tidak ada korban jiwa atau luka-luka dari pihak BSI akibat gempa bumi ini. Sebab dalam situasi bencana, prioritas utama perseroan adalah keselamatan karyawan dan nasabah.

"Alhamdulillah itu semua aman," ungkapnya.

Kendati demikian, BSI masih melakukan pengecekkan sejumlah aset untuk memastikan aset-aset tersebut aman pasca gempa bumi yang berpotensi memicu tsunami itu.

"Tapi alhamdulillah hal seperti ini menunjukkan business continuity management kita berjalan," tuturnya.

Baca juga: Gempa M 7,6 Guncang Sulut dan Malut, ASDP Pastikan Penyeberangan Tetap Normal

Sebagai informasi, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan, gempa bermagnitudo 7,6 yang terjadi di wilayah tenggara Bitung, Sulawesi Utara, berpotensi memicu tsunami.

Gempa terjadi pada Kamis (2/4/2026) sekitar pukul 05.48 WIB dengan pusat berada di laut sekitar 129 kilometer arah tenggara Bitung.

Lokasi gempa berada pada koordinat 1,25 derajat lintang utara dan 126,27 derajat bujur timur dengan kedalaman 33 kilometer.

Guncangan gempa dirasakan di berbagai wilayah dengan intensitas berbeda. Di Ternate, guncangan mencapai skala V-VI MMI yang membuat warga panik dan keluar rumah, sementara di Manado tercatat IV-V MMI. Getaran juga dirasakan hingga Gorontalo dan sekitarnya dengan skala lebih rendah.

Pemodelan BMKG menunjukkan gempa ini berpotensi tsunami dengan statu siaga di Kota Ternate, Halmahera, Kota Tidore, Kota Bitung, Minahasa Bagian Selatan, Minahasa Selatan Bagian Selatan, Minahasa Utara Bagian Selatan.

BMKG juga mengeluarkan status waspada di Kepulauan Sangihe, Minahasa Utara Bagian Utara, Bolaangmongondow Bagian Selatan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau