JAKARTA, KOMPAS.com - Sejumlah bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) menyatakan kesiapan mereka menyalurkan tambahan penempatan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) sebesar Rp 100 triliun dari pemerintah untuk mendorong pembiayaan sektor riil.
Corporate Secretary PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI Dhanny mengatakan, tambahan penempatan dana pemerintah akan memperkuat likuiditas sehingga pihaknya berpeluang untuk memperluas pembiayaan ke sektor riil, terutama segmen UMKM.
"BRI mengapresiasi kepercayaan Pemerintah dalam melakukan Penempatan Uang Negara pada Bank Umum. Fungsi intermediasi tetap menjadi prioritas utama BRI dalam menjalankan peran sebagai lembaga keuangan," ujarnya kepada Kompas.com, Rabu (1/4/2026).
Baca juga: Pengamat Sebut Dana SAL Rp 100 Triliun Berisiko Mengalir ke SBN
Kendati demikian, dalam memperluas penyaluran kreditnya, BRI tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian melalui penerapan manajemen risiko yang kuat.
Dengan begitu peluang di pasar keuangan tetap dikelola secara optimal tanpa menggeser fokus utama pada pembiayaan yang berdampak langsung terhadap aktivitas ekonomi dan penciptaan lapangan kerja.
"BRI menilai bahwa kebijakan tersebut justru memberikan ruang yang lebih baik untuk menjaga momentum pertumbuhan kredit yang berkualitas," ucapnya.
Dengan likuiditas yang semakin kuat, BRI tetap optimistis terhadap pencapaian target pertumbuhan kredit yang telah ditetapkan, khususnya melalui penguatan pembiayaan di segmen UMKM dan program prioritas pemerintah.
Baca juga: Purbaya Bakal Tambah Penempatan Dana SAL, Bos BSI Mau Rp 10 Triliun
Senada dengan BRI, PT Bank Syariah Indonesia Tbk atau BSI menyebut tambahan penempatan dana pemerintah turut menopang kinerja likuiditas perseroan.
Sebelumnya, pemerintah telah mengucurkan dana SAL ke Himbara sebanyak Rp 200 triliun dan BSI mendapat porsi Rp 10 triliun. Setelah penempatan dana itu, pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) BSI pada Februari 2026 sebesar 14,76 persen secara tahunan (yoy) menjadi Rp 366 triliun.
Corporate Secretary BSI Wisnu Sunandar mengatakan, stimulus penempatan dana SAL menjadi salah satu faktor yang memperkuat kinerja dana perseroan.
Oleh karenanya, dengan penambahan penempatan dana SAL dari pemerintah, BSI optimistis dapat meningkatkan penyaluran pembiayaan ke sektor riil.
"Pada Maret 2026 ini, Bank Syariah Indonesia kembali dipercaya mengelola Penempatan Uang Negara dari Kementerian Keuangan yang akan disalurkan untuk mendorong pertumbuhan pembiayaan di berbagai sektor riil dan sektor yang mendorong perputaran ekonomi masyarakat," ucapnya kepada Kompas.com, Rabu.
"Kami optimis stimulus yang diberikan Pemerintah ini diharapkan mampu meningkatkan likuiditas bank," tambahnya.
Baca juga: Bank dan OJK Sambut Perpanjangan Dana SAL Rp 200 T, UMKM Diuntungkan?