Bank Himbara Siap Salurkan Tambahan Dana SAL Rp 100 T ke Sektor Riil

Kompas.com, 3 April 2026, 12:10 WIB
Isna Rifka Sri Rahayu,
Aprillia Ika

Tim Redaksi

Wakil Direktur Utama BSI Bob Tyasika Ananta menegaskan, dana tersebut tidak akan diparkir dalam instrumen keuangan seperti surat berharga negara (SBN), melainkan langsung disalurkan ke pembiayaan, terutama ke segmen consumer banking yang memiliki efek berganda terhadap ekonomi.

"Enggak (digunakan untuk SBN), kita sementara ini kalau ada penempatan seperti itu di BSI memang langsung disalurkan karena beberapa kebutuhan," ujar Bob saat ditemui di Menara Radius Prawiro, Jakarta, Kamis (2/4/2026).

Bob melanjutkan, dana SAL tersebut tidak hanya akan disalurkan ke consumer banking yang merupakan portofolio utama BSI, tetapi juga untuk pembiayaan mitra guna, otomotif, haji, hingga emas.

"Emas batangan kita juga ada, termasuk gadai. Jadi disalurkan," ucapnya.

Kendati demikian, Bob belum dapat membeberkan nominal tambahan penempatan dana SAL ini untuk BSI.

Baca juga: Kaleidoskop 2025: Aliran Dana SAL Rp 276 Triliun dan Paradoks Lesunya Kredit Perbankan

Sementara itu, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk menyatakan dukungan penuh terhadap kebijakan pemerintah tersebut sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas ekonomi.

Corporate Secretary Bank Mandiri Adhika Vista mengatakan, dana tambahan itu akan dikelola secara prudent dan disalurkan secara selektif ke sektor-sektor produktif.

"Dengan fokus pada penguatan ekonomi berbasis kerakyatan," kata Adhika kepada Kompas.com, Rabu.

Bank Mandiri juga menegaskan komitmen untuk memastikan penyaluran dilakukan secara efektif dan transparan agar memberikan dampak optimal bagi dunia usaha dan masyarakat.

Baca juga: Dana SAL Rp 276 T Sudah Masuk Bank, Kenapa Bunga Kredit Lambat Turun?

Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menambah penempatan dana pemerintah di Himbara senilai Rp 100 triliun.

"Seminggu sebelum Lebaran (sudah ditempatkan ke Himbara), saya tambah lagi Rp 100 triliun masukin ke sistem perekonomian," ujarnya di Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (25/3/2026).

Purbaya menjelaskan, penempatan dana tersebut dimaksud melonggarkan likuiditas perbankan yang mulai mengetat yang tecermin dari kenaikan imbal hasil (yield) SBN.

"Kalau bond yield naik 0,1 persen, saya udah perhatiin, ada apa nih? Naik 0,4 persen, pasti kekeringan, kekurangan likuiditas di bank atau apa penyebabnya? Saya cek, oh betul bank kurang. Saya tambah lagi masukin ke sistem," jelas dia.

Baca juga: Dana SAL Terserap 93 Persen, BTN Percepat Dorong Kredit Perumahan

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.

Halaman:
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau